Sabtu, 13 Agustus 2011

Cinta Tidak Pernah Salah

Cinta memang bagaikan pisau. Dia akan membantu menyajikan makanan yang enak bila digunakan oleh seorang koki. Namun dia juga bisa melukai bahkan membunuh orang lain jika digunakan oleh seorang pembunuh.

Jadi, cinta itu tidak bisa disalahkan karena hanya sebagai alat penghubung. Yang salah adalah pelaku yang menggunakan cinta tersebut sebagai alat untuk melukai orang lain.

Jadi, marilah gunakan cinta sebaik-baiknya, gunakan cinta untuk mempersatukan kita dengan orang-orang disekitar kita agar tercipta hubungan yang damai dan harmonis, karena sesungguhnya itulah tujuan diciptakannya cinta.

Dua Senjata Ampuh Manusia

Kita sebagai manusia memiliki dua senjata ampuh sebagai pengendali arah hidupnya yaitu hati dan akal pikiran. Hati adalah tempatnya emosi, yaitu segala perasaan senang, sedih, amarah dll. Sedangkan akal pikiran adala tempatnya logika untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

Kedua senjata tersebut harus selalu seimbang dalam menjalankan fungsinya dan jangan biarkan salah satu diantarnya mendominasi diri kita. Jika kita selalu mengedepankan emosi dibanding logika, maka kita akan sulit mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kita. Demikian juga jika logika selalu berada di depan, maka kita akan sulit mendapatkan rasa nyaman dan tentram dalam hidup.

Jadi, kejernihan hati dan kekuatan akal pikiran harus selalu berjalan searah dan seimbang untuk membentuk pribadi yang baik dan mulia dihadapan banyak orang dan dihapan Allah.

Hukum Kebaikan

Memiliki keyakinan yang baik namun tidak diterapkan dalam kehidupan sama saja dengan memiliki sebuah kunci yang cocok, tapi tidak digunakan untuk membuka pintu kesejahteraan di depannya. Dia hanya akan terus berdiri di depan pintu tersebut dengan keadaan yang tidak berubah.

Hukum kebaikan sebenarnya telah ada dalam Al Qur'an surat Az Zalzalah, siapa yang menanam kebaikan sekecil apapun, maka dia akan menuai kebaikan pula. Namun, hukum ini tidak berlaku jika suatu kebaikan hanya diyakini, namun tidak dijalankan. Itu adalah sebuah kebaikan yang tidak membaikkan.

Maka dari itu, marilah kita bersegera untuk menjalankan setiap kebaikan yang kita yakini dengan keikhlasan agar kita juga segera mendapat kebaikan dari keyakinan kita tersebut. Jangan sampai memiliki kebaikan, namun tidak merubah hidup kita menjadi lebih baik.

Kamis, 04 Agustus 2011

Pengembang Kemampuan

Kemampuan manusia ibarat udara di dalam balon. Udara tersebut akan bisa memecahkan balon jika di panaskan atau balon tersebut ditekan. Demikian juga dengan kemampuan manusia, kemampuan tersebut akan dapat memecahkan masalah jika ada kesulitan yang dihadapi manusia.

Perkembangan kemampuan itu sebanding dengan besar dan seringnya kesulitan. Semakin besar kesulitan, semakin sering kesulitan itu datang, maka kemampuan manusia akan terasah dan akan semakin tajam dalam memecahkan masalah.
Jadi, marilah selalu mensyukuri setiap kesulitan yang datang kepada kita dan menyelesaikan kesulitan itu dengan kemampuan terbaik karena "kesulitan adalah pengembang kemampuan".

Rabu, 03 Agustus 2011

Nasib Ditangan Kita

Nasib bukanlah sesuatu yang dipasrahkan, melainkan diusahakan. Allah pun telah melepaskan wewenang kepada kita manusia untuk menentukan nasib kita sendiri dengan mengizinkak kita untuk selalu berusaha merubah nasib kita sendiri dengan berdasar pada pilihan-pilihan, petunjuk-petunjuk dan segala konsekuensinya, yang tela Dia jelaskan dalam Al Qur'an.

Jadi, tugas kita sebagai manusia adala selalu berusaha semaksimal mungkin merubah nasib kita menjadi lebih baik sesuai dengan ketentuan dan penjelasan Allah.

Janganlah menjadi pribadi yang malas, pribadi yang statis, pribadi yang tetap diam berada dalam keterpurukan nasibnya. Jadilah pribadi yang mau berusaha keras, pribadi yang selalu menggerakka tangan dan kakinya untuk menjemput perubahan nasib yang lebih baik karena "kebaikan nasib selalu berbanding lurus dengan bersarnya usaha. Semakin besar usaha kita, maka nasib kita juga akan semakin baik, dan berlaku juga sebalhknya".