Nasib bukanlah sesuatu yang dipasrahkan, melainkan diusahakan. Allah pun telah melepaskan wewenang kepada kita manusia untuk menentukan nasib kita sendiri dengan mengizinkak kita untuk selalu berusaha merubah nasib kita sendiri dengan berdasar pada pilihan-pilihan, petunjuk-petunjuk dan segala konsekuensinya, yang tela Dia jelaskan dalam Al Qur'an.
Jadi, tugas kita sebagai manusia adala selalu berusaha semaksimal mungkin merubah nasib kita menjadi lebih baik sesuai dengan ketentuan dan penjelasan Allah.
Janganlah menjadi pribadi yang malas, pribadi yang statis, pribadi yang tetap diam berada dalam keterpurukan nasibnya. Jadilah pribadi yang mau berusaha keras, pribadi yang selalu menggerakka tangan dan kakinya untuk menjemput perubahan nasib yang lebih baik karena "kebaikan nasib selalu berbanding lurus dengan bersarnya usaha. Semakin besar usaha kita, maka nasib kita juga akan semakin baik, dan berlaku juga sebalhknya".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar