Selasa, 17 Januari 2012

Tawakal Kepada Alloh SWT

Tawakal adalah sikap bergantung kepada Alloh dan menyerahkan segala sesuatu kepada Alloh SWT. Dalam QS Al Maidah: 23, bertawakal hanyalah kepada Alloh dan bukan yang lain.

Namun persoalannya, apakah dengan menyerahkan segala urusan kepada Alloh SWT, lalu manusia tidak mempunyai kewajiban ikhtiar ?

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasululloh mengibaratkan orang yang bertawakal kepada Alloh seperti burung yang pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang. Ini berarti kepergian burung tersebut adalah untuk berikhtiar mendapatkan rizki yang telah disediakan oleh Alloh di alam sekitarnya.

Dari hadits di atas, dapat kita pahami bahwa ikhtiar dalam mendapatkan rizki dari Alloh itu tetap wajib dilakukan oleh setiap orang. Seseorang tidak akan kenyang jika ia tidak makan, tidak akan pandai jika tidak belajar, dan yang terpenting tidak akan masuk surga jika tidak berikhtiar dengan beribadah di dunia ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa hukum sebab akibat tetaplah berlaku dan merupakan sunatulloh. Untuk itulah, Alloh melalui firmanNya surat Ar Ra'du: 11, memerintahkan kita untuk merubah nasib kita sendiri, karena tanpa usaha untuk merubahnya Alloh tidak akan merubahnya.

Sebagai sebuah kesimpulan, ada 3 poin penting dalam tawakal, yaitu:
1. Meniatkan segala yang akan kita usahakan hanya untuk ibadah kepada Alloh
2. Berikhtiar sesuai kemampuan dan potensi yang telah diberikan Alloh sebagai sarana mendapatkan rizki yang telah disediakan oleh Alloh SWT.
3. Menyerahkan segalah hasil dari ikhtiar yang telah kita lakukan hanya kepada Alloh SWT.

Kata kunci dari uraian diatas adalah "yang kita serahkan sepenuhnya kepada Alloh bukanlah ikhtiar, melainkan hasil dari ikhtiar".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar