Kamis, 10 November 2011

Semangat Dalam Hukum Fisika

Semangat adalah energi yang dapat mengubah nasib menjadi lebih baik. Seperti hukum kekekalan energi dalam fisika bahwa kita tidak dapat dengan sengaja menciptakakn atau memusnahkan semangat itu, namun kita dapat merubah wujud semangat itu yaitu menjadi suatu perbuatan nyata yang mampu merubah hidup kita. Semangat dalam berikhtiar dengan ketekunan dan semangat dalam berdoa dengan kesungguhan adalah perubahan wujud dari semangat yang kuat di dalam hati.

Ingat bahwa energi dapat menghasilkan gerak dan gerak akan menghasilkan perpindahan. Jadi, bersemangatlah dalam menjalani kehidupan jika kita ingin menggerakkan kehidupan dari posisi keterpurkan menuju posisi kebahagiaan.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Cinta Tidak Pernah Salah

Cinta memang bagaikan pisau. Dia akan membantu menyajikan makanan yang enak bila digunakan oleh seorang koki. Namun dia juga bisa melukai bahkan membunuh orang lain jika digunakan oleh seorang pembunuh.

Jadi, cinta itu tidak bisa disalahkan karena hanya sebagai alat penghubung. Yang salah adalah pelaku yang menggunakan cinta tersebut sebagai alat untuk melukai orang lain.

Jadi, marilah gunakan cinta sebaik-baiknya, gunakan cinta untuk mempersatukan kita dengan orang-orang disekitar kita agar tercipta hubungan yang damai dan harmonis, karena sesungguhnya itulah tujuan diciptakannya cinta.

Dua Senjata Ampuh Manusia

Kita sebagai manusia memiliki dua senjata ampuh sebagai pengendali arah hidupnya yaitu hati dan akal pikiran. Hati adalah tempatnya emosi, yaitu segala perasaan senang, sedih, amarah dll. Sedangkan akal pikiran adala tempatnya logika untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

Kedua senjata tersebut harus selalu seimbang dalam menjalankan fungsinya dan jangan biarkan salah satu diantarnya mendominasi diri kita. Jika kita selalu mengedepankan emosi dibanding logika, maka kita akan sulit mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kita. Demikian juga jika logika selalu berada di depan, maka kita akan sulit mendapatkan rasa nyaman dan tentram dalam hidup.

Jadi, kejernihan hati dan kekuatan akal pikiran harus selalu berjalan searah dan seimbang untuk membentuk pribadi yang baik dan mulia dihadapan banyak orang dan dihapan Allah.

Hukum Kebaikan

Memiliki keyakinan yang baik namun tidak diterapkan dalam kehidupan sama saja dengan memiliki sebuah kunci yang cocok, tapi tidak digunakan untuk membuka pintu kesejahteraan di depannya. Dia hanya akan terus berdiri di depan pintu tersebut dengan keadaan yang tidak berubah.

Hukum kebaikan sebenarnya telah ada dalam Al Qur'an surat Az Zalzalah, siapa yang menanam kebaikan sekecil apapun, maka dia akan menuai kebaikan pula. Namun, hukum ini tidak berlaku jika suatu kebaikan hanya diyakini, namun tidak dijalankan. Itu adalah sebuah kebaikan yang tidak membaikkan.

Maka dari itu, marilah kita bersegera untuk menjalankan setiap kebaikan yang kita yakini dengan keikhlasan agar kita juga segera mendapat kebaikan dari keyakinan kita tersebut. Jangan sampai memiliki kebaikan, namun tidak merubah hidup kita menjadi lebih baik.

Kamis, 04 Agustus 2011

Pengembang Kemampuan

Kemampuan manusia ibarat udara di dalam balon. Udara tersebut akan bisa memecahkan balon jika di panaskan atau balon tersebut ditekan. Demikian juga dengan kemampuan manusia, kemampuan tersebut akan dapat memecahkan masalah jika ada kesulitan yang dihadapi manusia.

Perkembangan kemampuan itu sebanding dengan besar dan seringnya kesulitan. Semakin besar kesulitan, semakin sering kesulitan itu datang, maka kemampuan manusia akan terasah dan akan semakin tajam dalam memecahkan masalah.
Jadi, marilah selalu mensyukuri setiap kesulitan yang datang kepada kita dan menyelesaikan kesulitan itu dengan kemampuan terbaik karena "kesulitan adalah pengembang kemampuan".

Rabu, 03 Agustus 2011

Nasib Ditangan Kita

Nasib bukanlah sesuatu yang dipasrahkan, melainkan diusahakan. Allah pun telah melepaskan wewenang kepada kita manusia untuk menentukan nasib kita sendiri dengan mengizinkak kita untuk selalu berusaha merubah nasib kita sendiri dengan berdasar pada pilihan-pilihan, petunjuk-petunjuk dan segala konsekuensinya, yang tela Dia jelaskan dalam Al Qur'an.

Jadi, tugas kita sebagai manusia adala selalu berusaha semaksimal mungkin merubah nasib kita menjadi lebih baik sesuai dengan ketentuan dan penjelasan Allah.

Janganlah menjadi pribadi yang malas, pribadi yang statis, pribadi yang tetap diam berada dalam keterpurukan nasibnya. Jadilah pribadi yang mau berusaha keras, pribadi yang selalu menggerakka tangan dan kakinya untuk menjemput perubahan nasib yang lebih baik karena "kebaikan nasib selalu berbanding lurus dengan bersarnya usaha. Semakin besar usaha kita, maka nasib kita juga akan semakin baik, dan berlaku juga sebalhknya".

Jumat, 29 Juli 2011

Segera Berhasil

Menyegerakan kebaikan berarti menyegerakan keberhasilan. Menyegerakan kebaikan adalah menunda 3 rasa untuk melakukan kebaikan yang paling dekat walaupun itu kecil.
3 rasa tersebut adalah:
1. Bimbang
2. Takut gagal
3. Malas
Ke 3 rasa itu jika dimanjakan akan menimbulkan 1 sikap yaitu menunda kebaikan yang otomatis akan menunda keberhasilan.

Jadi, mari kita gunakan kehebatan yang dikaruniakan oleh Tuhan untuk menyegerakan kebaikan dengan bersikap:
1. Tegas
2. Berani
3. Rajin
Maka ke 3 sikap tersebut insya Allah akan mendekatkan kita pada keberhasilan.

Minggu, 24 Juli 2011

Mencapai Kesuksesan Sejati

Setiap orang memiliki tujuan dasar kehidupan yang sama yaitu sukses di dunia dan di akhirat. Namun, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam usahanya mewujudkan tujuan tersebut. Perbedaan cara ini disebabkan oleh 2 hal, yaitu:
1. Jalan rizki yang ditetapkan Allah pada orang yang satu dengan orang yang lain itu berbeda. Perbedaan jalan ini terwujud dalam berbagai bidang, misalnya ada orang yang sukses dalam bidan perdagangan, pertanian, pendidikan, dan sebagainya.
2. Kemampuan dari setiap orang itu berbeda. Perbedaan kemampuan ini terwujud dalam kelebihan dan kekurangan seseorang dengan orang lain itu berbeda.
Bisa kita bayangkan bahwa seandainya jalan rizki dan kemampuan setiap orang itu sama, maka tidak akan ada orang yang sukses karena setiap orang akan sibuk untuk saling menjatuhkan satu sama lain.

Namun, walaupun terdapat perbedan, sukses adalah hak dari setiap orang yang mau memperjuangkan kesuksesan tersebut. Jadi, marilah kita raih kesuksesan kita masing-masing dengan jalan:
1. Memaksimalkan kemampuan diri untuk mencapai kesuksesan.
2. Konsisten pada jalur rizki yang telah ditetapkan Allah.
3. Saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan antara sesama.

Keputusan yang Bijak dan Tegas

5 langkah bijak mencapai keputusan yang tepat:
1. Pikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang akan kita putuskan.
2. Minta pendapat orang lain yang berkompeten & lebih berpengalaman di bidang itu.
3. Berserah diri & mohon petunjuk kepada Tuhan melalui shalat istikharah, doa, dan amal ibadah lain.
4. Putuskan dengan tegas, berani, dan cepat.
5. Lakukan keputusan tersebut secara konsekuen dan konsisten.

Semoga Tuhan selalu melindungi kita dalam keputusan-keputusan yang benar, tegas, dan bijak. Amin.

Minggu, 17 Juli 2011

Pribadi yang Kuat

Manusia adalah makhluk yang dikaruniai dengan nafsu. Marah, sedih, senang, cinta, dan lainnya adalah termasuk karunia yang indah dari Allah yang harus kita syukuri.

Jika suatu saat nafsu tersebut berdampak buruk bagi diri sendiri dan lingkungan, yang salah bukanlah nafsu, melainkan tempat menempelnya nafsu tersebut yaitu manusia. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita bahwa jihad yang terbesar dalam hidup bukanlah peperangan secara fisik, namun peperangan mengontrol hawa nafsu.

Jadi, pribadi yang kuat bukanlah seorang panglima yang memiliki banyak pasukan dan menaklukan banyak negara, tetapi pribadi yang kuat adalah pribadi yang sanggup menaklukan nafsu buruknya dan memunculkan niat dalam hati untuk setia pada kebaikan, lalu segera melakukan kebaikan tersebut.

Sabtu, 16 Juli 2011

Keputusan yang Bijak dan Tegas

5 langkah bijak mencapai keputusan yang tepat:
1. Pikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang akan kita putuskan.
2. Minta pendapat orang lain yang berkompeten & lebih berpengalaman di bidang itu.
3. Berserah diri & mohon petunjuk kepada Tuhan melalui shalat istikharah, doa, dan amal ibadah lain.
4. Putuskan dengan tegas, berani, dan cepat.
5. Lakukan keputusan tersebut secara konsekuen dan konsisten.

Semoga Tuhan selalu melindungi kita dalam keputusan-keputusan yang benar, tegas, dan bijak. Amin.

Allah Maha Tegas

Allah itu maha tegas, itu ditunjukkan dengan 2 hal:
1. Jika ada seseorang/kelompok diberi nikmat dan dia bersyukur, maka Allah tidak hanya mempertahankan nikmat itu, tapi juga menambah nikmat itu berkali-kali lipat.
2. Jika ada seseorang/kelompok diberi nikmat namun dia kufur, maka Allah tidak hanya mencabut nikmat itu, tapi juga melimpahkan azab yang sangat pedih.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang ahli syukur dan selalu melimpahkan nikmat dan rahmatNya kepada kita, amin.

Jumat, 15 Juli 2011

Cinta dan Kasih Sayang


Cinta dan kasih sayang adalah sepenuhnya hak Tuhan,
sedangkan manusia hanya sebatas berkasih sayang kepada sesama makhlukNya dan memberikan cinta dan kasih sayangnya hanya kepada Tuhan.

Dengan hal itu, maka insya Allah tujuan dari cinta dan kasih sayang akan tercapai yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Senin, 04 Juli 2011

Profesional Menjadi Manusia

Ada 3 tugas manusia di dunia ini:
1. Hablu minallah (hubungan dengan Allah)
2. Hablu minannas (hubungan dengan sesama manusia)
3. Hablu minal'alam (hubungan dengan lingkungan)

kunci agar dapat menjalankan tugas-tugas tersebut adalah profesionalisme, yaitu:
1. Fokus dalam menjalankan setiap tugas.
2. Tidak mencampur adukkan satu tugas dengan tugas yang lain.

Kecepatan Hidup

Kecepatan hidup setiap orang berbeda-beda karena 3 faktor:
1. Kemauan
2. Kemampuan
3. Kondisi lingkungan

Ada orang yang kehidupannya lebih lambat dari orang lain. Itu dikarenakan ada diantara atau bahkan ketiga faktor tersebut tidak terpenuhi secara maksimal untuk mempercepat kehidupan seseorang.

Seseorang dapat mempercepat hidupnya dengan cara:
1. Bersegera dalam menjalankan kebaikan yang dia yakini
2. Selalu berusaha maksimal dalam melakukan pekerjaan baikknya
3. Untuk kondisi lingkungan, kita tidak bisa memaksakan agar lingkungan menyesuaikan dengan  kebutuhan kita, tapi kitalah yang harus pandai--pandai beradaptasi dengan lingkungan.